Sejarah Desa TANGKISAN
Alkisah pada waktu kerajaan islam yang pertama di pulau jawa yaitu kerajaan Demak, agama islam dapat berkembang dengan pesat karena para wali sebagai kepercayaan raja dengan gigih mengembangkan agama tersebut keseluruh pelosok Nusantara.
adapun trasportasi yangdigunakan oleh para wali pada waktu itu adalah melalui sungai sungai dengan naik perahu, karena jalan melalui daratan masih sangat sulit.
pada waktu itu para wali akan mengembangkan agama islam ke pelosok-pelosok desa melalui alur sungai bengawan solo menuju ke.karena desa kita memang dilalui oleh alur sungai bengawan solo yang terkenal berliku-liku dan deras aliran airnya.
terjadilah suatu keajaiban, pada waktu perahu yang dinaiki para wali tersebut sampai di desa kita, berhenti dengan seketika tidak dapat berjalan, karena tertangkis oleh aliran sungai yang deras, walaupun telah diusahakan dengan jalan bgaimanapun perahu tetap berhenti tidak dapat melanjutkan perjalanan.
tanggaplah para wali atas kehendak tuhan, mereka harus berhenti di tempat itu, maka para wali beserta pengikutnya segera turun dari perahu dan berkemah di dekat sungai.malamnya mengadakan musyawarah mufakat, dalam sidang salah seorang wali yaitu wali yang bernama SUNAN KALIJAGA menghaturkan bahwa iya telah mendapat wisik dari ALLAH SWT tempat tersebut agar diberinama DESA TANGKISAN . Sidang wali sangat menyetujui kalau tempat itu dinamakan tangkisan karena sangat cocok dengan keadaan perjalanan mereka yang ternyata perahunya tidak dapat berjalan karena tertangkis oleh aliran sungai.
kemah wali berlangsung lama, karena mereka terus mengembangkan agama islam di tempat tersebut dan mencari aspirasi atas setujuan para wali semua mereka mendirikan masjid sebagai tempat ibadah masjid tersebut sekarang berada di tegalsari ,oleh masyarakat dahulu dinamakan masjid tiban karena tidak diketahui persis kapan berdirinya.